ISTRIKU, DI MANA KAMU? (38) - Pov Irfan Aku dan Indra sudah duduk berhadapan di sebuah café. Tadi pagi aku mampir sebentar ke kediaman Safira, tetapi dia sudah berangkat kerja. Namun tak apa, aku bisa menghabiskan waktu bersama Saskia. Bermain bersamanya sambil menunggu waktu yang dijanjikan bersama Indra di café ini. Kini semua dokumen yang kemarin aku lihat di dalam email itu sudah menumpuk di depanku. Indra menjelaskan banyak hal tentang usaha yang dirintisnya itu. “Dari semua produk yang lu jual, gue yakin kita bisa menembus consumer dalam dunia otomotif. Kini tinggal marketing strategi yang harus kita atur!” tuturku menjelaskan. “Nah, gue itu lemah di pemasaran, Fan! Mungkin lu bisa bantu konsepnya?” Indra tampak antusias mendengarkan penjelasanku. Kami berdiskusi panjang lebar

