34. Bad Feelings

1314 Kata

~DANIYAL~ Gue memerhatikan interaksi antara Upik dan laki-laki yang baru saja berkenalan dengan gue. Namanya Albar. Dari interaksi laki-laki itu dengan keluarganya Upik kelihatan banget kalau dia bukan orang baru di keluarga ini. Bahkan dia memanggil orang tua Upik dengan sebutan yang sama seperti Upik pada orang tuanya. Seakrab apa hubungan mereka. Siapa saja juga pasti penasaran, apalagi gue sebagai pacarnya. Sebenarnya gue nggak masalah ikut nimbrung. Toh, mereka nggak asyik ngobrol sendiri. Sesekali bahkan seringkali melibatkan gue ke dalam obrolan mereka. Dan satu hal yang gue suka mereka ngobrol nggak menggunakan bahasa minang yang sama sekali nggak gue pahami maknanya. “Albar ini sudah saya anggap seperti anak sendiri. Maka dari itu saya membiarkan dia memanggil saya dan Amakny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN