57. Maaf

1856 Kata

~DANIYAL~ Gue nggak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencerna apa yang tersaji di depan mata saat ini. Gue yakin nggak sedang berhalusinasi karena mabuk. Gue ingat banget semalam nggak nyentuh alkohol. Gue tertidur pulas karena efek obat penurun panas yang gue minum sebelum tidur. Setelah sosok yang gue lihat itu berbicara barulah gue sadar bahwa ini bukan halusinasi. “Boleh aku masuk?” tanya Upik masih dengan suara yang sama seperti yang gue dengar terakhir kali. “Sepertinya kamu sudah benar-benar mau jadi tamu,” balas gue bukannya mempersilakan dia masuk malah mengomelinya. Gue terus berjalan menuju kulkas yang ada di dapur membiarkan Upik yang menutup pintu apartemen. Gue sadar dia mengikuti. Tak memedulikan apa pun gue meraih botol minum dari dalam kulkas dan langsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN