22. Jangan Ilfeel

1112 Kata

~UPIK~ Saat mobil Daniyal berhenti di depan beranda utama rumah papanya, jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya. Perasaanku semakin tidak enak saat kakiku melangkah melewati pintu utama rumah mewah ini. “Yuk!” ujar Daniyal meminta tanganku untuk digenggamnya. Dia kemudian mengajakku masuk ke lebih dalam rumah ini. Dari langkah kami saat ini tiba-tiba terdengar bunyi pecahan piring yang terjatuh ke lantai. Saat Daniyal hendak mempercepat langkah aku menahan lengannya hingga dia mengurungkan niatnya itu. “Nggak apa-apa. Mungkin pembantu rumah jatuhin piring,” ujar Daniyal menenangkanku. Mungkin dia bisa menangkap wajah gusarku saat ini. Bunyinya memang terdengar begitu keras. Apalagi mengingat perabot makan di rumah Daniyal berbahan beling sementara lantainya adalah lantai grani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN