~DANIYAL~ Sejujurnya ada rasa perih dalam hati gue setiap mendengar kalimat permohonan maaf bernada pilu dan penyesalan dari Upik. Terdengar seperti dia telah melakukan kesalahan yang teramat besar dan sama sekali tak termaafkan. Namun ada sisi di hati gue yang merasa membutuhkan kata-kata bernada seperti itu entah untuk alasan apa. Benar, gue jadi merasa diinginkan sekarang ini. Meski harus melihat air mata yang sepertinya nggak akan pernah habis stoknya itu, tapi gue merasa lega. Nggak ngerti sikap gue ini terlalu jahat atau memang sudah seharusnya seperti ini. Satu setengah bulan bukan waktu sebentar untuk membuat gue bisa menjalani hidup dengan normal. Gue sudah melewati hari berat dan yang paling berat dari itu semua adalah saat mencoba menerima kenyataan kalau dia memilih nggak ad

