Bab 14

770 Kata

Kalau Andra tidak ada, beginilah nasibku. Terkunci di dalam toilet. Saat tadi aku masuk toilet, ada gerombolan perempuan yang berbisik-bisik. Dan saat aku ingin keluar dari bilik toilet ini, ternyata pintunya sudah terkunci.                 Lalu, aku dihina mereka sesuka hati.                 "Makanya, sadar diri!"                 "Andra itu punya kita! Jauh-jauh sana!"                 "Dasar parasit!"                 "Ngaca, dong! Lo sama Andra itu beda level! Dasar cewek miskin!"                 Setelah suara-suara itu sudah hilang, aku akhirnya baru berani menangis. Mungkin,mereka benar. Aku memang tidak tahu diri. Aku terlalu banyak bermimpi, kalau Andra bisa menyukaiku. Tanpa aku sadari, banyak mata yang menyimpan benci. Apa aku harus menjauhi Andra? Tapi, mana mungkin?     

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN