Emily merasa gugup di kursinya, ia merasa tidak nyaman namun ia juga menikmatinya, menikmati sentuhan dan perlakuan lembut Ellard terhadapnya walau ia tahu sikap yang ditunjukkan Ellard terhadapnya hanyalah kepura-puraan belaka di hadapan relasi bisnisnya. Ya, seperti yang ia katakan dahulu saat memutuskan untuk menikahi Emily, selain untuk membalaskan dendam dan meluapkan kemarahannya, Ellard juga menggunakan Emily untuk menarik simpati pangeran Arab agar berminat bekerja sama dengannya. Dan di sini lah mereka berada, dia aula salah satu hotel terbesar di dunia. Merayakan berhasilnya kerja sama mereka. Meski tak bisa melihat, Emily tahu ruangan itu penuh dengan orang-orang penting. Ellard adalah salah satu pebisnis hebat yang sangat disegani sedangkan Asad- pangeran Arab yang terkenal s

