“Kenapa kau lama sekali,” Naura memasang wajah merajuk. Ellard hanya tersenyum dan duduk di sampingnya. “Kau membuatku menunggu lama,” Naura masih bertingkah seakan ia memang tidak pergi ke mana-mana. “Ya, aku menemukan sesuatu yang membuatku terkejut dan membuatku merasa bodoh seketika,” Ellard menatap Naura dengan senyum manis. Wanita itu mengernyitkan dahi tidak mengerti. “Lupakan tentang itu, menurutmu kapan kita akan menikah?” mengusap wajah Nuara dengan lembut. Tapi percayalah ingin rasanya ia mencengkram wajah yang penuh dengan kemunafikan itu. Meluapkan kemarahannya dan rasa bersalah yang mulai menyerangnya. Tidak hanya itu, ia bahkan ingin memberi pelajaran pada tangannya yang sudah berulang kali melukai Emily. “Kau harus menceraikan istrimu terlebih dahulu. Maksudku, aku tida

