Ciittt... Mobil di rem mendadak membuat Emily terhempas ke depan hingga kepalanya membentur setir kemudi. “Apa itu,” tanyanya dengan wajah gugup, mengabaikan ringisan seseorang yang ada di sampingnya, tepatnya di bangku penumpang. “Sepertinya kepalaku benjol,” adu wanita itu seraya memegangi dahinya. “Sepertinya kita menabrak sesuatu,” Emily masih mengabaikan rintihan manusia yang berada di dalam mobil bersamanya. Rena, teman yang baru ia kenal beberapa bulan terakhir ini. “Bukan kita, tapi kau!” protes Rena dengan kesal sembari keluar dari dalam mobil untuk memeriksa apa yang terjadi. “Sudah kukatakan sebaiknya aku yang menyetir,” gerutunya dan detik berikutnya wanita itu terkejut melihat sesosok tubuh tergeletak di tanah. Ia panik seketika begitu menggoncang tangan orang tersebut me

