Yang Keras Seperti Batu

1412 Kata

Istana yang indah. Seharusnya ia gembira di sana. Namun akhir-akhir ini, ia nyaris kehilangan perasaan itu. Apalagi gadis itu di dalam sana, tidak bisa ke mana-mana, ponsel pun tak ada. Bobi sedang mengisolasinya dari peradaban. Sekarang pukul sembilan pagi. Waktu seakan merangkak di tempat untuk orang-orang yang sedang menunggu seperti dirinya. Bobi pergi pagi-pagi sekali, kata asisten rumah tangganya, Bu Nana. Ada rapat yang harus lelaki itu hadiri di Denpasar, bersama direktur Pt. Karya Nona, sebuah perusahaan yang memproduksi emas perhiasan. Bobi sedang berencana melebarkan sayapnya--menjajal peruntungan di bidang kosmetik dan perhiasan. Lelaki itu pernah mengutarakan keinginannya pada Alamanda beberapa bulan yang lalu, sebelum hubungan mereka menjadi rumit seperti sekarang. "Peremp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN