"Rumahku baru saja lewat. Mau ke mana lagi kita?" kata Alamanda sesaat setelah Bobi meminta Pak Gun meneruskan perjalanan, melewati gerai Devayana yang saat itu sudah tutup. Alamanda menoleh ke sisi kanan jalan, hingga mobil berbelok dan rumahnya lenyap ditelan tikungan. Mereka berkendara terus ke timur. Hari sudah gelap sejak mereka baru keluar dari jalan dua tapak rumah Danendra, kembali menyusuri jalan raya utama. Di tepi trotoar, banyak lapak-lapak mini penjaja buah khas Bedugul--seperti markisa dan stroberi--yang dibuat dari papan kayu telah tutup. Pedagang makanan berat seperti nasi jinggo dan satai mendapat panggungnya pada jam-jam sekian, dan tidak jarang, beberapa dari pelapak itu membuka tenda warungnya hingga subuh. Bobi memberikan senyum yang begitu manis pada si gadis. Lel

