Ia yang Rapuh

1520 Kata

Mobil itu bergerak menjauh, menyisakan debu jalanan dan bekas roda mobil yang memanjang dan pudar. Dan tentu saja, ucapan si gadis yang menyengat gendang telinganya juga ikut tertinggal. Hingga debu-debu itu kembali tidur, Danendra masih setia di tempatnya dengan kedua tangan yang juga masih terkepal. Ia menunduk, membuat kedua matanya tidak memiliki pilihan selain memandang punggung kakinya yang belang. Bentuk tali sandal jepit yang sering ia pakai tercetak sempurna di punggung itu. Warnanya terang, mencolok dari warna kulit sekitar yang dekil kecokelatan. Saat mematung seperti itu, Danendra sangat mirip dengan orang-orangan sawah. Jangkung dan rapuh. Ia menangis, dan dengan posisi seperti itu, air matanya menetes ke atas punggung kaki, membasahi belang di sana dan tak menghapus apa-apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN