Pemuda Itu (datang) Lagi

2103 Kata

Ia merindukan bebauan rumah itu, yang lekat dengan sosok sang ayah dan kenangan di masa kanak-kanak. Tangannya sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk bermain-main dengan tanah dan tanaman. Dan yang pertama dilakukannya sepulang dari rumah sakit adalah mendekati pagar, memperhatikan setiap inci tangkai mawar rambatnya yang tampak kuyu. Kelopak bunga itu berwarna merah pudar dan mekar menyerupai mangkok, dan saat itu ada sepuluh mahkota bunga yang berguguran saat tersentuh jemarinya. "Mereka kurang sehat, " kata Alamanda. Ia melirik ke teras toko, di sana karyawannya berjejer menunggunya sembari tersenyum lebar. Dan si gadis membalas senyum itu dengan seringai penuh perhitungan. "Mawar ini kekurangan air. Sedikit layu. Sepertinya belum disiram selama berhari-hari. Benar? Apakah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN