Jangan Selamat Tinggal 2

2430 Kata

"Apa yang kau pikir akan kau lakukan?" Alea yang baru saja keluar dari dalam batang pohon tanpa sehelai kain pun buru-buru menepi di pepohonan. Danendra mendekatinya dan melemparkan sarung hitam ke arahnya lalu pemuda itu berjalan ke arah mobil yang dikemudikan Alamanda. "Hai, Anak Muda. Bodoh sekali. Jangan kau ke sana atau jejakmu akan terlacak polisi. Orang yang baru saja kau bunuh bukan orang sembarangan. Polisi akan bekerja sepenuh hati mengusut kasus ini." "Tapi dia masih hidup," kata Danendra, terbata-bata. Lelaki itu menangis dalam hujan yang berubah menjadi gerimis. "Peduli setan! Kita harus segera membereskan barang-barang dan pergi dari sini." Danendra terpaku di tempatnya. Begitu pula matanya yang terpaku ke mobil abu-abu yang dikendarai Alamanda. Kepala mobil itu tertimb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN