Dahulu, saat Bobi berkata, aku punya kejutan untukmu, maka hanya ada satu kemungkinan, ialah tentang segala sesuatu yang manis yang benar-benar melenakan yang membuat oksitosin dalam tubuh gadis itu membludak. Seperti saat malam lamaran di Uluwatu. Seperti saat kebersamaan mereka menanti rombongan burung migrasi di kaki gunung Agung. Seperti saat musim panas beraroma lavender di Tasmania. Dan seterusnya. Dan sebagainya--yang mengukuhkan posisi Alamanda sebagai salah satu perempuan paling beruntung di muka bumi. Sementara memoles maskara, gadis itu tersenyum membayangkan kejutan manis macam apa yang akan diberikan Bobi padanya hari ini. Namun ia seakan teringat sesuatu. Lalu senyumnya memudar, ragu. Seharusnya lelaki itu masih marah, bukan? Batin Alamanda. Kenapa begitu tiba-tiba? Sebagi

