Hujan mengguyur sejak pukul tiga sore dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan reda. Ia berkali-kali menoleh jendela. Dari atas bukit begini, petir yang membelah langit tampak begitu dekat, menyeramkan. Alamanda ingin keluar dari perpustakaan segera, mencari Bu Nana, mengajak perempuan itu bercakap-cakap atau memintanya menemaninya membaca buku. Sebab saat sendiri pada cuaca seperti itu, cemasnya menjadi berlipat-lipat. Bagaimanapun, kilatan cahaya yang menggelegar itu menakutinya. Rumah Bobi yang memiliki banyak spot terbuka terguyur air hujan. Meja dan kursi santai di teras di luar kamar yang menghadap ke lembah, telah basah dan memantulkan cahaya lampu dinding yang berpendar keemasan. Kalau hujan itu tak disertai badai dan petir, suasana yang lahir dari pemandangan semacam itu pastil

