Sepasang kekasih itu berdiri di luar pagar, menunggu seorang perempuan paruh baya yang berjalan ke arah mereka dengan langkah malas dan terkesan tak ingin segera sampai. Ia pun baru muncul dari balik pintu setelah teriakan ke sembilan dua ajudan Bobi, memanggil-manggil sang pemilik rumah. Di balik kemunculan perempuan itu, ada sosok anak perempuan yang memandang mereka penuh selidik dari ambang pintu. Bocah itu memeluk gawangan pintu sembari mengayun-ayunkan salah satu kakinya. "Setelah tiga kali tidak mendapat sahutan tuan rumah, seharusnya kita tahu diri dan segera pergi. Sebab itu artinya, mereka tak menginginkan keberadaan kita di rumahnya. Barangkali kita bertamu di waktu yang kurang tepat," kata Alamanda. Gadis itu memperhatikan sang wanita tua yang sedang berjalan ke arah mereka.

