"Kamu pikir apa yang kamu lakukan itu keren?" Tane memukul lengan atas Lucas dengan tas branded di tangannya seraya menatap Lucas dengan sorot marah yang sejak tadi dia tahan. "Kamu sudah membuat Mama malu di hadapan teman Mama, Lucas!" pekiknya keras. "Kenapa? Apa yang aku perbuat?" Lucas bertanya lugu. Tane jelas saja membulatkan mata tak percaya menatap reaksi anaknya yang begitu santai setelah membuat tekanan darahnya naik hanya dalam hitungan menit. Kobaran amarah di netranya semakin besar. Wanita itu memejamkan mata sejenak, berusaha meredam amarah. Namun gagal. "Kamu benar-benar anak kurang ajar!" jerit Tane frustrasi. "Kamu sudah cukup dewasa untuk memahami keadaan. Kenapa kamu malah mengatakan hal itu di hadapan keluarga Merin? Bukankah kalau kamu mau menolak perjodohan ini kam

