118. Ungkapan Cinta

1700 Kata

Agnes harap-harap cemas ketika Lucas sudah pulang dari restoran beberapa saat lalu. Pria itu kini tengah membuat jus di balik meja bar dapur. Tampak begitu fokus dan tentu saja, tampan. “Jadi, sampai kapan kamu mau duduk di sana dan terus memperhatikan aku begitu, istriku?” tanya Lucas, tanpa mengalihkan perhatiannya dari cairan berwarna merah segar yang tengah dia tuang ke dalam gelas tinggi. Agnes tersentak. Rupa-rupanya Lucas mengetahui bahwa sejak tadi dia tengah memperhatikannya dalam diam. Agnes meletakkan baju yang telah dia lipat di sofa, kemudian menggeleng pelan. “Setelah ini kamu mau pergi ke kelab?” tanya Agnes. Lucas mengangkat bahu. “Sepertinya nggak. Ada apa? Kenapa?” tanyanya, kali ini menatap Agnes. Pria itu meletakkan blender khusus untuk membuat jus—yang barusan dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN