Kedatangan Mela di ruang bawah tanah setelah jam sarapan pagi disambut raut wajah kaget dari para penghuni kerangkeng terutama Deny yang spontan bangkit dan melangkah mendekat jeruji besi. Berdiri di hadapan Mela yang menatapnya lekat dan serius. Deny tidak menyambutnya dengan senyum, melainkan rasa kecewa yang mendalam pada wanita cantik berambut panjang dan bermata sayu itu. “Ada apa? Kau mau menceritakan betapa kau mencintai monster itu? Atau kau menyesal?” Tuduh Deny, ia terlanjur kesal melihat Mela sudah berubah. Wanita itu seperti sudah terdoktrin, ia berubah menjadi dingin dan kejam. Bukan Mela yang pernah ia kenal, keras kepala namun berhati lembut. Tidak seperti wanita yang berdiri di depannya sekarang. Mela mendekatkan langkahnya hingga ujung jari kakinya membentur jeruji. Ia m

