Fighting

2014 Kata

"Aku Leon, bukan Edo!"  Sophia mengangkat tangan dan mengangguk berulang kali. "Ba--baik. Apapun nama Tuan saya gak peduli." "Namaku Leon! Panggil aku Leon!" Potong Leon, kesal. Wajahnya memerah, Sophia tak menuruti ucapannya. "Oke.. oke, Tuan Leon." Akhirnya Sophia menyebut nama itu walau sebenarnya tak mengerti seorang pria remaja berdiri di depan menatap penuh dendam dan marah. Tidak seperti biasanya yang hanya tertunduk takut dan menangis. "Aaakh--" Lastri berteriak memasuki ruangan diikuti Mbok Ijah. Lengkingan teriak Lastri memenuhi ruangan melihat jasad Rendra bersimbah darah ditambah lagi sepucuk pistol ada di genggaman tangan Edo, anak satu-satunya. Lastri berlari mendekati jasad Rendra lalu meraung menangis sejadi-jadinya. Tak lama ia menoleh ke arah Edo yang berdiri mematu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN