Saat ini Iloya tengah duduk di kursi makan. Di depannya terdapat berbagai hidangan lezat menggugah selera, sedangkan di atas piringnya ada sepotong daging dengan garpu dan pisou. Dia, pangeran Dar, serta putri Clarissa tengah menyantap makan malam. Di belakang putri Clarissa ada Rainer yang mengawal. Berkali-kali Iloya menghembuskan napas untuk menetralisir rasa gugup dalam hatinya. Iloya mencuri pandang pada Rainer saat pangeran Dar dan putri Clarissa tengah berbincang. Rainer mengangguk pelan membuat Iloya lagi-lagi menghembuskan napas berat. "Ada apa?" Pangeran Dar menoleh. Sudah beberapa kali pangeran Dar mendengar Iloya yang duduk tidak jauh darinya menghembuskan napas berat seperti seseorang yang mempunyai permalsalahan hidup begitu berat. "Ti-tidak." Iloya menjawab gugup. Dia mem

