Brian yang sudah dapat menenangkan dirinya, akhirnya keluar dari ruangan itu dan mendorong kursi rodanya menuju ruangan milik Daniel. Mengetuk pintu tersebut sebelum ia memasuki ruangan nya. Brian mendapati Daniel yang masih duduk di atas ranjangnya, dan menatap kearahnya dengan pandangan yang tidak dapat ia baca. “Bagaimana kabarmu?” Brian bertanya pada Daniel mengenai kondisinya, sebenarnya ia menengok Daniel belum terlalu lama. Tetapi ia merasa bersalah karena meninggalkan Daniel untuk empat jam lebih dan lebih memilih merenung sendirian di ruangannya. Daniel menggerakkan tangannya menjawab pertanyaan itu. ‘Apa kau baik-baik saja?’ Itulah isyarat yang di lakukan Daniel, yang membuat Brian menggeleng pelan. Mendorong kursi rodanya agar masuk kedalam. “Aku… Merasa aku ingin menyerah s

