“Arial, bagaimana menurutmu tentang rencana ini?” Luis yang berada dalam ruangannya bertanya pada Arial yang juga belum pergi ke dalam kamar. Arial sedang mempersiapkan senjata yang ia butuhkan untu besok pagi, sementara Luis harus mengambil beberapa file penting yang akan ia simpan di dalam kamarnya. “Apa kau mulai merasa ragu, Luis? Setelah apa yang kita rencanakan dan kita perhitungkan ini?” Arial kembali bertanya, Luis menggelengkan kepalanya. Bukan itu maksud dari pertanyaannya, ia hanya sedang ketakutan, ia ketakutan jika sebuah kegagalan kembali mendatangi mereka. “…” Arial menatap pada Luis yang hanya terdiam. Kemudian ia menghampiri Luis yang masih sibuk dengan file-file miliknya dan menepuk pundak lelaki itu. “Tenanglah Luis, kita semua sudah memperhitungkan ini. Lagi pula

