Fake Wedding Part 2 Meet Him

1967 Kata
Author Pov. Xander Frangklin Timothy, seorang billionare muda Amerika serikat baru sampai di Jakarta, hari ini dia rela datang ke Jakarta demi menemui adik tirinnya, padahal dia belum tau pasti dimana adik tirinya itu, dia hanya memiliki foto dan alamat rumah adik tirinya itu dari Orlando Spindler, teman Daddynya yang kebetulan tinggal di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. “Tuan, kita istirahat di mansion terlebih dulu, atau langsung mencari Nona Elmira?.” Tanya Devan asisten Xander, memang Xander membawa Devan dan beberapa pengawalnya, karena dia tidak tau bagaimana Indonesia lebih baik dia mencari aman membawa beberapa bodyguard untuk melindunginya. “Langsung ke Spindler University, seperti yang kita tau, dia kuliah disana.” Mobil langsung melaju menuju ke Spindler University, hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di spindler university, banyak mahasiswa yang menyaksikan kedatangannya Xander dengan iring iringan mobil yang mengawalnya.“Gila siapa lagi ini?,” Mahasiswa yang melihat iring iringan mobil itu di buat heran pasalnya tidak ada pemberitaan jika pemilik universitas ini akan datang, “Astaga, tampan sekali,” Segerombolan wanita langsung menatap Xander dengan tatapan memuja, walau mereka tidak mendekat pada Xander namun Xander bisa melihat dari tatapan wanita wanita itu. “Silahkan Tuan Xander,” Xander langsung dibawa kesebuah ruangan VVIP di kampus itu, biasanya digunakan sebagai tempat menerima tamu VVIP atau kunjungan dari pemilik Spindler University. Xander hanya duduk mengamati kampus Elite ini, walau dari luar tampak kaca gelap berwarna hitam, namun dari dalam ruangan ini, Xander bisa mengamati lorong lorong kampus di lantai satu ini.Tidak menunggu lama Devan datang bersama seorang perempuan, Xander ingin protes kenapa dia membawa seorang gadis udik ini bersamanya, apa mungkin selera Devan sudah berganti dengan wanita seperti ini.“Tuan, ini Nona Elmira Prisilia Timothy, putri Tuan Jasson dengan istri ke duanya Liliana.” Xander menatap tidak percaya pada Elmira, bagaimana bisa dia memiliki seorang adik yang udik, cupu, dan astaga penampilannya sudah seperti ibu ibu dengan baju kedodoran dan lihat itu, bujunya terkena noda sepertinya noda chocolate, apa dia tidak mencuci bajunya itu, sungguh sangat jorok sekali.“Devan. Are u kidding me?.” Xander benar benar tidak percaya akan hal ini, bagaimana bisa, bukannya info yang dia dapat Liliana wanita Indonesia yang cantik dan anggun, bagaimana bisa dia memiliki anak seperti ini?, ohhh astaga.“Aku memang Elmira, lalu siapa kamu?.” Tanya Elmira pada Xander yang duduk di singel sofa sambil memijat pelipisinya. Elmira tentu saja tidak takut, menghadapi Kezia saja dia berani masa orang asing gini enggak berani, walau sebenarnya tangannya sudah berkeringat dingin.“Xander Frangklin Timothy, harusnya kamu tau siapa Timothy?.” Tanya Xander, dan melihat ekspresi pucat Elmira dia yakin Elmira tau siapa Timothy, siapa lagi kalau bukan Ayahnya.. “Maaf, saya harus pergi,,” Baru ingin melangkahkan kakinya, dia sudah di tahan Devan, Devan mendudukan Elmira di sofa yang tidak jauh dari tempat berdiri Elmira.“Aku enggak tau apa apa, Ibu sudah meninggal, dan aku tidak tau dimana Papa.” Sebelum meninggal Liliana sempat menceritakan semuanya tentang awal mula dirinya bertemu dengan Jasson Timothy di Amerika, lalu mereka menjalin sebuah hubungan yang dikira Liliana dia wanita satu satunya namun dia salah, Jasson sudah memiliki seorang istri dan memiliki seorang anak laki laki, mereka menikah karena perjodohan sehingga membuat Jasson mencari wanita yang dia cintai sepenuh hati walau harus mengkhianati pernikahan yang suci, mereka berdua sempat menikah di geraja kecil di Amerika sebelum Liliana pergi, Liliana hanya tidak ingin menjadi orang ketiga dalam pernikahan Jasson dan istrinya, namun Jasson berhasil menemukan Liliana di Indonesia setelah Liliana melahirkan Elmira Jasson sempat tinggal di Indonesia selama tiga tahun, namun dia harus kembali ke Amerika karena perusahaannya mengalami kemunduran. Jasson yang pergi saat saat dirinya masih kecil hingga dia tidak merasa memiliki seorang Ayah, lalu setelah itu Jasson tidak lagi datang ke Indonesia, hingga Liliana meninggal dunia saat dia lulus sekolah menengah atas. Elmira merubah penampilannya begini karena ada orang orang sering mengikutinya setelah ibunya meninggal dunia, Elmira hanya hidup sendirian di dunia ini, apa lagi dengan adanya berita penculikan dan penganiayaan, membuat dirinya mengubah penampilannya menjadi nerd agar tidak banyak orang yang meliriknya. *** Setelah bernegosiasi dengan Elmira, kini Xander berhasil membawa Elmira ke mansion miliknya di Jakarta, fikirannya berkecamuk, akankah dia menetap di Jakarta atau kembali ke New York, Elmira memang tidak dikenal publik sebagai keluarga Timothy namun saingan bisnisnya pasti bisa menemukan Elmira, dia harus bertahan sementara waktu di Jakarta sembari mengontrol perusahaannya, mungkin dia bisa meminta perlindungan pada Orlando untuk menjaga Elmira, karena dari cerita Elmira tadi mungkin saja aja orang yang sudah mengetahui jika Elmira adiknya, anak dari Jasson Timothy.“Tuan Xander, ini dokumen dan beberapa foto tentang kesehariannya Nona Elmira, dengan penampilan seperti itu, Nona Elmira sering menjadi bahan olok olokan teman teman di kampusnya, dan kemarin, salah satu kakak tingkat Nona Elmira menyiram Nona Elmira dengan ice chocolate di tubuhnya.” Xander melihat beberapa foto hingga dia menemukan foto Elmira disiram Kezia dengan sisa chocolatenya.“Siapa perempuan ini, berani sekali mengusik Elmira?.” Sebagai seorang kakak Xander wajib melindungi Elmira, walau bukan terlahir dari Rahim yang sama namun Xander berharap mereka berdua bisa seperti seorang saudara pada umumnya karena selama ini setelah kematian kedua orang tuanya Xander hanya hidup sendirian.“Kezia Natarina, hanya itu yang kami tahu, bahkan pihak universitas tempat Nona Elmira menempuh pendidikan tidak bisa membuka data tentang perempuan itu.” Xander langsung menyimpulkan jika Kezia bukan orang biasa pasti ada orang yang melindungi Kezia, lihat saja nanti Xander akan membuat perhitungan dengan Kezia.“Cari tau siapa Kezia ini, aku akan buat perhitungan denganya.” Setelah mendapatkan perintah Devan langsung pergi meninggalkan Xander di ruang kerjanya, sedangkan Elmira, dia sedang bekerja, Xander sudah melarangnya, namun hari ini menjadi hari terakhir Elmira bekerja dan Xander memberikan izin pada adiknya itu. *** Entah kenapa sedari tadi Kezia dibuat uring uringan oleh pelayannya, Kezia tidak boleh ini, itu, dan sebagainya, Kezia memang di perlukan seperti tuan putri dengan segala aturan yang berlaku, padahal Kezia hanya ingin menyelesaikan nonton drakornya sambil rebahan di tempat tidur, namun guru tata krama sibuk memberikan buku buku untuk Kezia pelajari, bagiamana cara menjadi wanita anggun, cara menuangkan air dalam gelas, cara jamuan makan siang, makan malam, cara berkencan pun ada, astaga, bagaimana dengan sepupunya yang tinggal di Jogja, apa mereka seperti ini juga.Kezia berhasil kabur dari rumah setelah dia mengunci kedua pelayannya dan gurunya itu di kamarnya, kedai Chocolate kesukaannya menjadi pilihannya saat ini, dari kemarin dia belum minum chocolate, di Mansion Kezia hanya disediakan minuman herbal juga beberapa jamu yang katanya perlu untuk kesehatan Kezia.Namun buka Kezia kalau dia tidak memiliki stok camilan dan minuman kesukaannya di kulkas kamarnya,Entahlah dia hidup di zaman apa, sehingga dia harus meminum jamu dan obat obatan herbal secara turun temurun dari Eyang Putri yang saat ini tinggal di Keraton ngayogyakarta. *** “Mbak,, seperti biasa ya, di tambah pudding ekstra choconya satu.” karena hampir setiap waktu Kezia membeli chocolate ice disini para pekerja di kedai ini sudah hafal dengan pesanan Kezia, dan masalah makanan Kezia hanya mau memesan makanan yang mengandung chocolate saja.“Makan sini atau bungkus kak?.” Tanya sang kasir.“Makan sini, totalnya berapa?.” Tanya Kezia.“Semuanya tiga puluh lima ribu kak." Kezia menyerahkan uang lima puluh ribuan pada kasir.“Sisanya buat tips aja.” Selalu seperti ini, Kezia memang suka dengan kedai dengan tema sederhana ini, sore sore begini, Kezia lebih memilih bersantai di rooftop sambil mengerjakan tugas kuliahnya, sebenarnya sebagai anak pemilik universitas Kezia tidak perlu, namun Kezia bukan anak manja yang semua inginannya harus dituruti dalam waktu instan. “Permisi kak, ini chocolate ice dan pudding ekstra chocolatenya.” Kezia hanya mengangguk ketika pelayan menaruh pesanannya di meja.“Ada tambahan lagi kak?.” Tanya Pelayan itu.Kezia yang menyadari jika masih ada pelayan di hadapannya seketika mendongak, pasalnya tadi dia sibuk membaca buku yang digunakan untuk referensi tugasnya.“Cukup, kamu boleh pergi,, tunggu, bukannya lo si nerd kemarinkan?,” Tanya Kezia, dirinya baru tau kalau kecai chocolate yang biasa dia kunjung memiliki karyawan seperti ini.“I,, iya kak.” Elmira sudah takut, takut jiak Kezia macam macam, apa lagi Kezia pelanggan tetap kedai tempatnya bekerja ini.“Ohh, lo kerja disini?.” Tanya Kezia.“I,,ya kak.” Kezia hanya menatap Elmira sekilas.“Lo boleh pergi, dan satu hal, yang pelu lo ingat, gue enggak suka buah strawberry yang sudah di campur dengan pudding, bikin puddingnya asam jadi, gue minta bawa kembali puddingnya, dan ganti pudding gue yang enggak ada buahnya, hanya chocolate.” Kezia memang tidak terlalu menyukai buah yang dimasak, dia hanya menyukai buah buaha yang segar, jadi seperti inilah dia.“Baik, kak.” Elmira membawa mengambil kembali pudding pesanan Kezia namun tanpa sengaja dia menyenggol chocolate ice milik Kezia, sehingga chocolate tadi mengenai buku Kezia.“Lo,, punya mata enggak sih, gila buku gue.” Kezia langsung berdiri, untung kedai di lantai dua hanya ada Kezia dan dua orang pengunjung yang jaraknya cukup jauh dari tempat duduknya.“Maaf kak, aku enggak sengaja.” Kezia menghela nafasnya berkali kali, sungguh memang dua hari ini dia cukup sial.“Serah lo deh.” Kezia mengambil macbook dan ponselnya lalu pergi meninggalkan Elmira yang diam menatung, tanpa Elmira sadari air matanya jatuh, dan itu tidak lepas dari jepretan dua orang yang duduk tidak jauh dari tempat berdiri Elmira saat ini. Xander yang mendapat kiriman foto dari anak buahnya yang sengaja mengikuti Elmira mendadak marah, apa yang perempuan itu lakukan hingga adiknya menangis seperti itu, memang kedua orang itu tidak memotret saat Elmira menumpahkan chocolate icenya Kezia. *** Kezia harus membeli buku baru, beruntung di gramed masih ada bukunya, jika tidak dia akan pusing tujuh keliling. Kezia yang asal membawa kabur mobil di garasinya Honda Jazz yang dia peroleh dari kemenangan balapan liar tiga bulan yang lalu kini melaju di jalan raya, namun dia baru menyadari jika ada sebuah mobil yang mengikutinya, juga mobil di hadapannya ini telah memotong jalannya.“Sial, apa lagi ini Tuhan.”“Apa apaan sih ini.” Kezia tanpa rasa takut keluar dari mobilnya. Seorang bodyguard langsung membukakan pintu mobil yang menghadangnya. Siapa kali ini, dilihat dari bodyguardnya Kezia yakin bukan salah satu bodyguard yang dimiliki keluarga Spindler. Apa yang di perkirakan Kezia memang benar adanya, laki laki itu berjalan menjuju Kezia yang berdiri di samping mobilnya, dan lima bodyguard di mobil belakang Kezia sudah mengepung Kezia. “Maaf anda siapa?.” Tanya Kezia tanpa rasa takut, hidup dalam keluarga Spindler membuatnya mengetahui jika dia tidak boleh lemah, musuh orang tuanya dimana mana dan dia harus kuat.“Kamu enggak perlu tau siapa aku, yang perlu kamu jelaskan hanya ini.” laki laki itu menyerahkan beberapa foto pada Kezia lewat bodyguard yang tadi membukakan pintu, laki laki sombong batin Kezia. Setelah melihat foto foto itu, Kezia menatap laki laki itu, apa apaan ini.“Gue enggak tau apa maksud lo,” Kezia melempar foto itu ke laki laki yang berdiri tidak jauh di hadapannya itu.“Enggak tau, lo udah keterlaluan, dan saatnya mendapat hukuman.” Dua pengawal menarik tangan Kezia, namun langsung di tepis oleh Kezia, dia tidak tau apa permasalahannya, dua bodyguard itu kembali mencoba mendekat, insting Kezia yang awas langsung menyerang salah satu dari mereka, Kezia memukul di beberapa tempat yang semestinya, titik titik syaraf dalam tubuh manusia sudah Kezia pelajari, jadi dia tidak akan sulit melawan mereka berlima. Lima bodyguard sudah tumbang, Kezia hanya fokus pada mereka berlima tanpa dia tau ada seorang di belakangnya yang menyuncikan cairan pada Kezia. Kezia menyadari kepalanya sangat pusing, obat tidur berdosis tinggi, dan tidak lama dia tidak sadarkan diri. “Devan, dari mana kamu mendapatkan bodyguard bodoh ini, menaklukan satu wanita saja tidak bisa, pecat mereka, ganti yang baru, bodyguard yang professional dan terlatih.” Devan hanya mengangguk patuh pada Xander, melawanpun dia tidak bisa. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN