Diandra duduk tenang di kursi belakang, disaat supir pribadinya memacu mobilnya keluar dari gerbang Panti Asuhan 'HARAPAN'. Ia meminta pria tua itu mengantarkan dirinya ke apartemen sang sahabat. Tak sabar rasanya untuk segera berbagi kabar bahagia itu pada Luna. Jika saja usahanya itu tak terbentur oleh tes DNA yang diajukannya untuk meyakinkan ibu pengasuh panti. Antara senang dan juga sedih, ia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Satu hal yang pasti, bahwa usahanya selama beberapa bulan terakhir, akhirnya membuahkan hasil. Diandra boleh merasa bangga pada pencapaiannya itu "Saya akan menginap disini selama beberapa hari. Tolong jemput saya dua hari lagi di tempat ini," ujar Luna sesaat sebelum keluar meninggalkan mobilnya. "Baik, Non." Si bapak menyahut pasrah seraya menunduk

