Daddy Pingsan

1200 Kata
Setelah semua pekerjaan selesai Siska pun pulang ke unit nya dan segera bersiap untuk pergi menghadiri acara makan malam Mike. Ia sama sekali tidak curiga dengan Mike ia senang mendengar kabar bahwa produk terbaru Mike terjual semua, ia menghubungi Mike dan mengatakan bahwa ia sudah selesai bersiap dan akan menunggu supir Daddy nya di lobby apartment.  Ting... (Notif pesan Mike) " Mike aku sudah siap, aku tunggu supir nya Daddy di lobby apartment ya " isi pesan Siska.  " Supir Daddy sudah tunggu di bawah Sis kamu turun saja langsung ya " balas Mike  " Oke " Balas Siska  Siska pun turun menuju lobby dan langsung menemui supir ayah nya setelah bertemu dengan supir tersebut ia pun langsung menuju mobil bersama supir tersebut dan langsung menuju ke restaurant. Sesampainya di restaurant Siska di sambut oleh keluarganya, masih tidak ada yang aneh dari keluarganya mereka masih menyambut Siska seperti biasa.  " Ma, Dad " sapa Siska  " Heii sayang kamu sudah sampai " jawab Mama " Siska maafin Daddy ya kalau tadi Daddy tau Mike mau ajak kita makan Daddy gak akan tambahin kerjaan kamu nak " ucap Daddy " iyah ma, No problem Dad,  itu kan juga di jam kerja Daddy jadi ga masalah kok Dad lagian kan Mike juga bersedia untuk nungguin Siska hehehehe ya kan Mike ? " Jawab Siska  " Iya lah iya nona siapa sih yang gak berani nungguin nona " jawab Mike  " Hahaha kalian ini ya " ucap Daddy  " Ma kak Siska cantik banget ya malam ini " ucap Santi  " Iyah dek dandan dia malam ini hahahaha " balas Mama " Kakak kan emang cantik dek " balas Siska.  " Ihhhh najis " balas Mike  " Ehhh sudah-sudah jangan ribut kita ini jadi gak makan nya " ucap Mama  " Iyah Daddy udah lapar juga " ucap Daddy  " Ya udah ayuk kita duduk " Ucap Mike sambil mempersilahkan mereka semua duduk. Mike pun memanggil waiters untuk menghidangkan makanan yang sudah di pesan tadi. Setelah makanan datang mereka pun makan dengan lahap,beberapa menu seafood terhidang dengan sangat sempurna di meja makan mereka, Mike juga memesan Wine sebagai pelengkap perayaan tersebut.  Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam waktu singapore mereka masih berada di restaurant dan masih meminum Wine sambil berbincang-bincang sejenak. Tak lupa Siska mengucapkan kata selamat kepada Mike atas keberhasilannya.  " By the way Congrats yah Mike atas keberhasilan nya, Daddy kita gak bisa diam aja nih masa iya kita di kalahin sama Mike jadi kita harus gerak cepat juga nih " Ucap Siska " Hahahah iya nih Mike jadi saingan kita nih berarti ya " Jawab Daddy  " Coba aja wekkk " cibir Mike.  " Ihhh sombong amat" " Balas Siska.  " Biar! " Jawab Mike  " Nanti kalau Santi udah tamat Santi mau jadi pebisnis juga ah biar bisa jadi saingan kalian " ucap Santi Mereka pun tertawa mendengar perkataan Santi. " Hahahah... iyaiya Santi yang penting kamu sekolah yang serius ya nak " Jawab Daddy  " Iyah ntar Santi kalahin Kak Mike dan kak Siska ya " ucap Mama nya  " Iya dong pasti " ucap Santi  " Iya lah tu anak kecil " Jawab Siska dan Mike secara bersamaan  " Ya udah kalau begitu kita bersulang dulu satu gelas " ajak Mike dan di setujui oleh keluarganya. Drama pun di mulai saat selesai bersulang dan meminum segelas Wine nya Daddy tiba-tiba jatuh pingsan membuat Siska panik dan yang lebih meyakinkan mereka semua juga panik tanpa ada celah untuk Siska menaruh kecurigaan bahkan pelayan restaurant juga ikut berpura-pura panik.  " Dadd ! " teriak Siska  " Pahhh, papah kenapa pah " teriak Mama nya  " Ma " Papah kenapa ma  ? " tanya Mike dengan nada tak kalah panik. " Ma Daddy kan gak bisa makan lobster ma " ucap Santi  " Hah ? Daddy gak bisa makan lobster ? " tanya Siska  " Mikee mama lupa kalau Daddy gak bisa makan lobster " jawab Mama  " Hahh ! Terus kenapa mama tadi kasih Daddy makan lobster ma ?!! " Ucap Mike dengan nada membentak  " Mama lupa Mike,maafin mama Mike " Jawab Mama dengan nada seperti menahan tangis  " Argghhh Mama gimana Sih " Bentak Mike  Siska menjadi tambah panik melihat keributan Mama dan Mike ia marah dengan sikap Mike yang seperti itu ke mama nya namun bukan saat nya untuk ia menegur Mike, ia berpikir keselamatan Daddy lebih utama untuk saat ini.  " Mike udah dong jangan ribut terus ayo bawa Daddy ke rumah sakit " ucap Siska  " Mau bawa ke rumah sakit gimana Siska Daddy udah kayak gini keadaannya !! " bentak Mike dan membuat Siska terkejut.  " Sir bawa saja ayah anda ke kamar dahulu lalu kami akan panggilkan dokter untuk ayah kamu. " Ucap salah satu pelayan. " Baik mohon di bantu " ucap Mike  Mereka pun membawa Daddy ke kamar yang sudah di pesan oleh Mike untuk surprise selanjutnya. Siska sudah ketakutan melihat mimik wajah Mike yang tidak senang ke Mama nya ia juga ketakutan melihat wajah mama nya yang sangat panik sementara ia sendiri menenangkan Santi.  Ia jalan di belakang Mike dan para pelayan yang membawa Daddy nya.  Saat sampai di depan kamar Siska dan yang lain di minta untuk tidak masuk ke dalam kamar kecuali Mike dengan alasan agar tidak terlalu ramai di dalam kamar, mereka pun menuruti nya. Siska,Mama dan Santi menunggu di depan kamar. Siska mulai menenangkan Mamanya.  " Ma jangan di masukin ke hati ya kata-kata Mike tadi mungkin dia cuma panik " ucap Siska  " Nggak kok nak lagian ini juga salah Mama seharus nya mama nggak lupa masalah penting ini " jawab Mama.  " Mama yang sabar ya " ucap Siska sambil mengelus lembut pundak ibu nya.  " Makasi ya nak " Ucap Mama.  Di dalam kamar  " Dad, kado dari Daddy sudah kan ? " Tanya Mike  " Sudah kok Mike, ayuk cepat ini sudah jam 11.37 " ucap Daddy  " Iyah Dad " jawab Mike. Mereka pun lanjut mempersiapkan surprise selanjutnya.  Sementara di luar Siska bingung kenapa belum ada dokter yang datang sedangkan pelayan tadi mengatakan akan memanggil Dokter. Ia khawatir jika kondisi Daddy nya semakin memburuk, ia juga bingung kenapa Mike belum memberi kabar.  " Ma kok dokternya gak ada datang ya ? Mike juga ga keluar-keluar dari tadi " tanya Siska  " Mungkin dalam perjalanan Sis dokter nya, sabar ya, mungkin Mike juga masih nemenin Daddy di dalam " Jawab Mama  " Hmm semoga Daddy baik-baik aja ya ma " Ucap Siska  " Kak Mike marah banget ya ma " ucap Santi  " Yah namanya panik nak " jawab Mama nya  " Hmmm iya sih mah " jawab Santi dengan nada sedih.  Siska melihat ekspresi takut dalam wajah adiknya itu, wajar saja Santi pasti tidak pernah melihat Mike marah lalu Siska pun menenangkan Santi agar Santi tidak takut lagi. Ia khawatir kalau Santi akan membenci Mike karena hal ini dan ia tidak ingin itu terjadi, ia tidak ingin di keluarganya ada yang namanya jaga jarak lagi seperti dulu ia kepada Mike dan Daddynya karena ia sudah nyaman dengan kondisi keluarga nya yang saat ini. Karena ia benar-benar merasakan hangat nya keluarga yang lengkap dan harmonis di keluarga yang sekarang ini.  ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN