Desa Terpencil, yang seharusnya menjadi saksi bisu bersatunya kembali dua hati, kini terasa seperti labirin yang memisahkan Via dan Darwin. Pagi itu, Via terbangun di posko KKN yang sederhana, sebuah rumah milik seorang janda tua yang baik hati. Namun, kehangatan rumah itu tak mampu mengusir dingin yang merayap di hatinya. Jarak fisik antara poskonya dan posko Darwin, yang hanya terpaut beberapa ratus meter, terasa seperti jurang yang tak tergapai. Aturan KKN yang ketat melarang peserta untuk berpasangan, apalagi dengan status mereka yang belum resmi menikah lagi setelah rujuk. Via tahu, melanggar aturan sama saja dengan mengundang gunjingan dan merusak citra KKN. Tapi, hatinya tetap merindukan Darwin. Siang itu, Via mengajar anak-anak SD di balai desa. Tawa riang anak-anak sehar

