35. La Tahzan

1796 Kata

Sepulangnya Raddan dari luar negeri, Raddan tidak lantas pulang ke rumah. Seperti biasanya saat waktu luang ia menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah mendiang mertuanya. Harapannya hanya satu, bisa menemukan Hawa di dalam sana. La tahzan innallaha ma'ana, sesungguhnya sehabis kesulitan pasti ada kemudahan. Mata Raddan berbinar, sepertinya doanya kali ini sudah dikabulkan oleh Allah SWT. Ketika mendengar riuh suara orang bersholawat dari dalam rumah mendiang ibu mertuanya itu. Dengan jantung yang berdegup kencang, Raddan melangkahkan kakinya memasuki rumah itu. Di sana berdiri istrinya yang sangat ia rindukan tengah memerhatikan anak-anak yang sedang mengikuti seorang ustad bersholawat. Pancaran bahagia terpancar dari wajah mereka. Tanpa bisa di tahan, Raddan berlari menyongsong tub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN