25. Firasat

2029 Kata

"Abii..." Di ujung sana aku bisa melihat keberadaan Abi, beliau menatap ke arahku dengan pakaian serba putih. Sedangkan aku berdiri di ujung lainnya dengan memakai gamis bunga-bunga nan indah. Suasana di sini amat nyaman dan asri. Banyak pepohonan rindang dengan angin sepoi-sepoi di tambah semerbak wangi bunga menguar memenuhi tempat ini. Apakah sekarang Abi tinggal di sini? Jika benar, perasaanku sangat lega. Kelak saat waktunya aku di panggil ke hadapan-Nya. Aku berharap dapat di satukan kembali dengan keluargaku di akhirat. Aku merindukan Abi, sangat rindu. Rasanya ingin sekali memeluk tubuh hangatnya lagi. Menatap ke depan, Abi masih di sana. Memberanikan diri melangkah maju untuk barang sejenak saja merengkuh tubuhnya. Walau hanya dalam mimpi. Namun, jarak di antara kami bukannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN