Session 2 - Bab 17

1539 Kata

Aku kerja seperti biasa. Rita sudah kuusir pulang. Pagi-pagi malah bawa gosip yang tak penting. Aku duduk di balik meja kasir sambil memainkan kartu ATM. Entah kenapa kok rasanya malah tak menentu. Ada yang hilang dari sudut hati ini, meski tak pasti itu apa. Hanya saja, tak ada alasan lagi untuk aku menunggu kedatangannya, Bang Zayd. Eh, pemikiran apa ini? Wake up, Asyfa! “Selamat datang di Mama Mart, Kakak!” Mario menyenggol lenganku yang bengong. Mario tersenyum sambil mengucap selamat datang. Aku menoleh. Eh, rupanya Pak supervisor lagi visit. Mood yang sedang tak baik, bertambah parah akibat kedatangan dia. Mukanya kusut, sorot matanya terlihat lelah. Apa seperti itu kalau akan jadi calon Bapak rumah tangga? Bukannya bahagia ya nunggu hari H? Aku tak menertawakannya, tapi entah ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN