Kali ini bukan hanya wajah Bapak, Mama Renita dan Mbak Merina yang terkejut. Aku juga sama. Apa tadi Reza bilang, Bang Zayd anaknya Pak Lingga Bardion pemilik PMM itu? Apa aku gak salah dengar? Atau ada Lingga Bardion yang lain? Aku masih shock ketika mendengar fakta ini. Tiba-tiba diriku terasa menjadi kerdil. Terbayang juga pertemuan pertama kami yang tak menyenangkan. Lalu pertemuan kedua yang kembali bermasalah. Namun siapa sangka, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya justru banyak hal yang tak terduga. Tiba-tiba saja kami terjebak pada situasi seperti saat ini. Sulit dipercaya. Sampai akhir obrolan Bang Zayd dengan Bapak, aku lebih banyak diam. Bahkan sampai Mbak Merina beranjak tanpa permisi, lalu kami pamitan pulang. Ruhku seperti belum kembali pada badan. Kami berjalan mening

