Session 2 - Bab 8

1164 Kata

Acara reuni belum selesai, Reza sudah mengantarku pulang. Di perjalanan dia tak banyak bicara. Ya, image cool memang cocok untuk dia. Barulah ketika tiba di depan minimarket dia menghentikkan mobilnya. “Makasih ya, Za!” Aku tersenyum dan mengangguk padanya. “Ahm, tunggu, Fa!” Tangannya mencekal pergelangan tanganku. “Ya, kenapa?” Aku menoleh padanya. Heran melihat wajahnya yang tampak gugup. “Fa, maaf kalau ini mungkin terlalu cepat. Hanya saja … sejak SMA aku sudah memperhatikan kamu. Aku suka sama kamu. Mau jadi pacarku?” Eh … beberapa detik, rasanya dunia berhenti. Aku mengerjap-ngerjap menatap wajah Reza yang ada di depanku. Cekalan tangannya terasa erat. “P--Pacar?” Seolah tak sadar aku mengulangi satu kata itu. “Iya, Fa.” Reza bicara dengan mantap. Aku menghembuskan n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN