Session2 - Bab 48

1598 Kata

Akhirnya mobil tiba di pekarangan. Bang Zayd berjalan duluan. Aku mengikuti dari belakang. Setelah mengucap salam, terdengar suara orang dari dalam menjawab, tak lama, pintu pun dibukakan. “Ah, Abang? Bang Zayd yang datang, Ai!” Seorang perempuan dengan gamis lebar dan tatapan teduh tersenyum pada suamiku. Lalu dia memanggil nama adik ipar perempuanku tanpa ragu. Siapa perempuan itu? “Woahhh pengantin baru!” Suara Ainina terdengar. Dia tampak sumringah menyambutku. Begitupun menyambut kakak lelakinya. Sementara itu, perempuan yang tadi tampak memberi ruang untuk kami. Dia bahkan langsung kembali ke ruang tengah dan duduk sambil kembali sibuk. Rupanya mereka tengah membuat buket bunga. “Ayo duduk, Mbak! Kalian ke sini gak bilang-bilang, sih! Papi sama Mami baru saja pergi.” Ainina bic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN