Saira, Bian, dan Aliyyah sampai di depan rumah mungil yang berdempetan dengan rumah-rumah mungil lainnya. Sebuah pagar menutupi rumah-rumah ini menjadi satu. Sehingga, saat pagar sudah dibuka, maka Saira bisa mengetuk ke semua pagar. Namun Saira tau bahwa kontrakan Gibran hanya di salah satunya. No 52A terlihat dengan jelas karena masih banyak kardus-kardus yang sepertinya belum sempat dibongkar oleh penghuni kontrakan ini. Kenapa ya Gibran gak cerita kalau dia pindah? Tanya Saira dalam hati. “Ini Sar, rumah Bang Gibran?” tanya Bian memecahkan keheningan yang sejak tadi menyelimuti mereka bertiga. Sebuah rumah asing, dan bahkan Saira belum pernah melewati g**g ini. Memang tidak terlalu jauh dari kontrakan Gibran yang sebelumnya, namun tetap saja Saira

