Aio membanting tas sekolahnya keras. Sedangkan Benny menjatuhkan apel yang ia pegang. Sedangkan Cencen, sang bungsu berteriak tidak jelas memanggil mamanya yang sudah dipastikan tidak lagi berada di mansion. "Hendrik kenapa kautidak menghubungi Cendric?" Remaja sebelas tahun ini menghentakkan kakinya lucu. "Maafkan saya tuan muda. Saya harus mengikuti perintah tuan Farrell," Hendrik menjawab sambil memungut tas dan apel yang dijatuhkan kedua tuan mudanya. "Kemana Papa membawa Mama?!" Benny tampak tak sabar. "Percuma kaubertanya, kita hanya perlu mencarinya sendiri. Ayo ke markas." Aio berbalik terlebih dahulu, wajahnya dingin. Ia sedang berada dalam emosi yang memuncak. Secara kasar dirinya bisa dengan mudah membaca niat papanya yang membawa mama cantiknya itu. Pasti tidak lain,

