"Caca, sudah belajar?" tanya sang ayah pada saat ketiganya baru saja selesai makan malam. Caca menggeleng pelan. "Belum, Pa." "Belajar sekarang. Kamu mau ujian, 'kan?" Caca mengangguk sementara Nafla hanya mampu melihat interaksi keduanya. Apakah memang selalu seperti ini? Ia melihat Asgaf yang terlihat seperti seorang penguji saat ini sedang mendisiplinkan anaknya. "Papa mau kamu mendapatkan hasil yang memuaskan walau tidak bisa jadi yang terbaik. Apa kamu paham?" "Paham, Pa." Asgaf mengangguk. "Bagus! Sekarang masuk ke kamarmu dan belajar." "Iya, Pa." Setelah Caca meninggalkan meja makan, Nafla bersuara pelan. "Apa nggak keterlaluan menyuruh Caca belajar dengan memaksanya seperti itu?" "Jika tidak seperti itu, maka anak-anak akan ngelunjak, Na. Jangan terlalu memanjakan Caca a

