Sedetik kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Delian keluar dari kamar mandi itu sudah mengenakan Lingerie berwarna merah menyala. Susah payah Kenan menelan salivanya. "Kamu seksi sekali sayang," ucap Kenan sambil tersenyum. Delian lebih menarik dari Rey. "Bro!" seru Rey. Tapi terlambat, Kenan sudah lebih dulu menjatuhkan ponselnya dan mulai turun dari tempat tidur untuk menjemput Delian yang kini berdiri di depan pintu kamar mandi dengan pipi yang bersemu merah. Kenan kini berdiri di hadapan Delian. Kenan Memandangi wajah dan tubuh Delian dengan tatapan mata dalam. Sementara Delian memilih menundukan pandangan. "Mas, aku tak nyaman memakai ini," bisik Delian tapi dapat terdengar oleh Kenan. "Tapi mas suka sayang,” ucap Kenan pelan seraya mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya it

