Kenan menunjuk tas milik Delian. "Siapa suruh kamu menyimpan tasmu di kusi kerjaku, Hah!" "Maaf tuan saya tadi buru-buru,” ucap Delian. "Maaf maaf terus,” ujar Kenan. "Ambil tasmu dan keluar dari ruangan saya sekarang!” seru Kenan. Delian langsung mengambil tasnya. Dan pergi dari ruangan Kenan dengan perasaan gondok. Delian menahan unek-unek dalam hatinya saat ia berjalan ke arah pintu. Delian keluar dari ruang Kenan dengan wajah yang kesal. Ia bahkan melewati meja Haris begitu saja. Haris mengerutkan keningnya saat melihat Delian berjalan dengan tergesa-gesa. “Aku curiga nona resepsionis itu punya hubungan istimewa dengan tuan Kenan,” pikir Haris. Delian masuk ke dalam lift dan di dalam lift itu tak ada siapapun. Delian melipat tangannya. "Dasar orang tak tahu terima kasih!"

