25. A Cup of Emotional Tea

2903 Kata

Alangkah baiknya apabila manusia satu dengan lainnya saling membagi pelukan, yang di dalamnya berisikan gumpalan-gumpalan kasih sayang, rasa terima kasih, juga kehangatan. Sehingga semua perasaan, baik suka maupun duka, penderitaan maupun kebahagian, terbagi dengan semestinya. Gekko akhirnya mengerti, mengapa ia sepertinya tak bisa hidup jika seorang diri. Meskipun selalu berada dalam kungkungan ibunya yang kejam, atau ayahnya yang otoriter, atau Ryu yang penuh hasutan, atau juga Yuki yang selalu ingin menguasainya, ia tetap bisa menerima mereka sebagai yang terkasih dalam hubungan kekeluargaan. Semua itu karena ia butuh mereka, entah dalam artian baik maupun buruk. "Hei, kenapa menangis?" Suara kecil Gekko memecah keheningan, ia menjadi pusat perhatian dari teman-temannya, tapi kemudian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN