“Hei, kita bertemu lagi di sini, ya, Noriyuki –kun?” “Yurida –Sensei?” “Masih memikirkan tentang pekerjaan?” tanyanya penasaran sambil menarik sebuah kursi di depanku, seperti biasa. Dan ini, sudah kesenian kalinya setelah kami sering bertemu di perpustakaan seperti ini. “Umn, tidak juga ... aku hanya sedang membaca.” Aku menggeleng untuk pertanyaan tersebut. “Pekerjaanmu yang kau bilang akan mendapat wawancara tempo hari itu? Apa kau dapatkan?” tanyanya lagi. Ah, aku ingat pernah mengatakan padanya kalau aku akan mendapat wawancara di sebuah perusahaan. Tapi, aku tidak lolos untuk seleksi lanjutannya. Karena waktu itu, aku memiliki kelas penting yang tidak bisa kulewatkan begitu saja. Aku menggeleng, dan menjawab seadanya. “Aku belum beruntung untuk urusan satu itu.” “Benarkah? Sep

