Sahila tersenyum saat melihat lahapnya Calista memakan sushi, ia benar-benar merasakan bahagia. Ternyata semenyenangkan ini menuruti keinginan Calista yang sederhana. Walaupun memang sebenarnya di rumah Isma pun Calista tidak kekurangan makanan. “Kau ingin menambah lagi?” tanya Sahila ketika makanan yang di piring Calista habis. Dengan ragu, Calista mengangguk. “Ibu, bolehkah aku menambah lagi 2 plat saja, apa ibu masih punya uang?” tanya Calista. Sahila menggangguk, kemudian memanggil lagi pelayan. ”Kenapa ibu tidak memesan?” tanya Calista. “Ibu sudah makan. Ibu berjanji, satu bulan sekali kita bisa memakan makanan Jepang." Wajah gadis kecil itu kembali berbinar saat mendengar jawaban sang ibu. Akhirnya pesanan kedua Calista pun tiba, hingga Calista pun langsung lahap memakan maka

