Saat akan masuk ke dalam kamar hotel yang ia tempati. Sahila langsung meminta maaf pada Attar karena telah membuat Attar meninggalkan pesta lebih cepat, ia bahkan tidak berani menatap Attar. Attar hanya berdehem menjawab ucapan Sahila, baru saja Attar akan menarik pintu dan masuk ke dalam kamar, tiba-tiba Sahila langsung terpikirkan sesuatu. “Tuan!” panggil Sahila. “Apa?” Tanya Atar. “Apa Paman membenciku dan Calista?” tanya Sahila Attar tampak terdiam, mendengar nama Calista rasanya hatinya berdebar tak karuan, gadis kecil itu benar-benar mengalihkan dunia Attar. “ Aku hanya tidak nyaman kalian tinggal di rumahku, aku terbiasa hidup berdua dengan adikku. Tapi tidak usah dipikirkan, karena ini keinginan Naysila dan aku tidak bisa membantahnya,” jawab Attar. Tiba-tiba hati Sahila berde

