Dari alamat yang diberikan Mina, di sinilah titik mereka bertemu. Sebuah bar yang sepi, hanya ada 2-3 orang yang menikmati minumannya masing-masing, diam dan ada juga yang tertunduk akibat mabuk, juga mengantuk. Saat Verrena menyingkirkan pintu kecil di depan dan naik ke undakan dua langkah, ada seorang perempuan berambut panjang diikat dengan pakaian serba hitam duduk sendiri, memainkan sedotan di gelas bening, berisi minuman warna hijau. Tampak seperti tak berminat diminumnya. Verrena tersenyum tipis, dan mengambil tempat duduk di samping wanita itu. "Sudah lama menungguku?" tanya Verrena pada perempuan di sampingnya. Yang ditanya pun menoleh, menggoreskan senyum kecil dan menjawab, "Tidak juga." "Kau sendirian di sini? Di kota ini?" "Tidak. Ada suamiku di belakang." Verrena mengern

