Pov Raka "Oh begitu, terima kasih kalau kamu kagum." ujar Kayla sambil menundukkan kepala, menyembunyikan wajah yang memerah seperti tomat mebuatnya semakin terlihat cute. Suasana pun menjadi Hening, hanya terdengar alunan musik yang diputar dari speaker speaker yang berada di langit-langit mall. aku terus memandangi wajah Kayla hingga aktivitas itu terhenti ketika seorang waiter mengantarkan pesanan kita. Setelah waiter pergi, kekakuan itu belum mencair. Entah mengapa bisa seperti itu, mungkin kita merasa malu atau merasa canggung karena baru pertama aku memuji Kayla tanpa disanggah. "Kayla...!" panggilku memecah heningnya suasana. "Yah kenapa Kakak?" jawab Gadis itu sambil mengangkat wajahnya sehingga tatapan kita beradu, membuat jantungku terasa Berhenti Berdetak, hatiku terus

