Senja dan Arga sudah berada di sebuah restoran, dengan nuansa romantis di sekelilingnya. Humairalah yang menyiapkan semuanya, dia benar benar menyiapkan segalanya untuk Arga dan Senja. Suasana disini begitu membuat canggung antara Senja dan Arga, meskipun keduanya telah resmi bertunangan, namun karena memang belum muncul rasa cinta di antara mereka, menjadi suasan ini begitu canggung. “Em, maaf sudah membuat semuanya seperti ini” sesal Arga. “Tidak apa, Pak. Saya mengerti bagaimana perasaan Ibu Humaira” jawab Senja. “Ayok, dimakan!” Kata Arga mempersilahkan. Senja menganggukkan kepalanya dengan senyum canggungnya. Mereka berdua mulai menyantap makanan yang sudah di sajikan di atas meja dengan begitu cantik dan juga romantis. “Em, apa boleh saya bertanya sesuatu?” Tanya Arga disela se

