Devan dan Senja sudah berada di sebuah restoran yang masih berada di dalam pusat perbelanjaan ini, Devan pun sudah memesankan pesanannya dan juga Senja. Kini keduanya tengah menunggu pesanan mereka tiba. Senja memberikan sebuah paperbag kepada Devan, membuat Devan mengkerutkan keningnya merasa bingung. "Apa ini?" Tanya bingung Devan pada paperbag yang diberikan oleh Senja. "Aku titip untuk Ibunya Dokter Devan" ucap Senja dengan seulas senyum di bibirnya. Devan mengambilnya dengan senyuman mengembang di kedua sudur bibirnya. "Kapan kamu membelinya?" Bingung Devan kembali karena sedari tadi yang terus berbelanja adalah dirinya, sedangkan Senja belum ada kesempatan untuk membeli sesuatu. "Saat aku ke toilet tadi, sekalian aku beli. Aku sudah melihatnya saat kita sedang mencari jam dan t

