Hari demi hari berlalu, dan setiap langkah yang mereka ambil bersama membawa mereka ke tempat-tempat baru yang menakjubkan. Mereka menjelajahi pegunungan, menyusuri sungai, dan mengunjungi desa-desa kecil yang penuh cerita. Nathan terus menjadi pendamping yang sabar dan bijaksana, sementara Alina menemukan sisi dirinya yang belum pernah dia kenal sebelumnya. Dia menjadi lebih percaya diri, lebih berani, dan selalu memandang positif pada apa pun yang ada di depannya. Suatu hari, mereka pergi ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan yang telah habis di perjalanan. Lalu ketika mereka tiba di kasir, Alina mengeluarkan kartu debitnya. “Biar aku yang membayar, Nathan.” Nathan menaikkan satu alisnya. “Hei, tak perlu, aku masih punya uang.” “Selama ini kau yang mengeluarkan

