“El, bulan depan Fiona akan menikah. Kau yang akan pergi ke sana mewakili keluarga kita,” ucap Love sambil menikmati kue yang dibuat oleh Kaia. “Dan aku juga tak bisa. Kaia hamil dan aku tak bisa membiarkannya perjalanan jauh. Ini kehamilan pertamanya dan aku tak ingin ada apa pun padanya dan calon anak kami,” timpal Zeff sebelum Elenio menolak. “Ya Tuhan … jadi aku harus pergi lagi? Fiona akan mengadakan pernikahannya di negara antah berantah yang amat sangat jauh dari bandara. Tak ada persewaan helikopter juga di sana,” protes Elenio. “Sudahlah, kau akan menikmati perjalanannya. Kau punya waktu berlibur sejenak dari kesibukanmu.” Storm ikut memberikan pendapatnya. Elenio hanya bisa menghela napas pasrah. * * * Satu bulan kemudian … Elenio melirik peta yang terlipat rapi di kursi

