Setelah upacara selesai, tamu-tamu mulai bergerak ke area meja makan. Namun, di tengah keramaian itu, suasana mendadak berubah ketika seorang wanita paruh baya, dengan langkah tegas dan wajah penuh amarah, mendekati Alara. "Kau perempuan tidak tahu malu!" serunya lantang, membuat semua orang menoleh. Wanita itu adalah ibu Jacob, Catherine. Wajahnya memerah, matanya menyala-nyala penuh kemarahan. Sebelum Alara sempat berkata apa-apa, wanita itu mengangkat tangannya, siap untuk menampar pipi Alara. Namun, Elenio dengan sigap menangkap tangan wanita itu sebelum sempat mendarat di wajah istrinya. "Cukup!” kata Elenio dengan suara dingin namun tegas. “Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti istriku.” "Istri?!" seru ibu Jacob dengan nada mengejek. "Kau pikir pernikahan ini

